Text
Rekonstruksi sejarah umat islam di tanah papua / Toni Victor M.Wanggai
ABSTRAKrnDisertasi ini menyimpulkan bahwa kedatangan Islam di Papua pada pertengahan abad XV, tepatnya di kepulauan Raja Ampat-Sorong yang dibawa oleh kesultanan Bacan di Maluku Utara melalui kontak perdagangan, budaya dan politik. Selanjutnya, pada abad XVI dibawah kesultanan Tidore, Islam terlembaga ke dalam struktur kerajaan di kepulauan Raja Ampat (Kerajaan Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool) dan juga berdiri sembilan kerajaan atau pertuanan di daerah Fakfak dan Kaimana, antara lain Namatota, Rumbati, dan Patipi. Sedangkan menyangkut perkembangan Islam di Papua, disertasi ini menyimpulkan bahwa posisi dan peran Islam sangat tergantung dengan konteks sosial politik yang berkembang dari waktu ke waktu, mulai era Hindia Belanda hingga era Indonesia. Masuknya pemerintahan Hindia Belanda pada abad XIX, agama Islam berkembang sangat lambat dan umat Islam dibawah tekanan, karena Belanda dan missionaris gencar menyiarkan agama Kristen dan Katholik, yang kemudian menjadi agama mayoritas. Namun, setelah Papua berintegrasi ke Indonesia pada tahun 1963, perkembangan Islam meningkat signifikan. Sebagaimana terlihat pada tahun 2006, umat Islam mencapai sekitar 24 persen dari total penduduk di Tanah Papua yang berjumlah sekitar 2,6 juta jiwa ( Pembuat Abstrak C. Nur Kamelia.S.S.I )rnKata kunci : SejarahrnPada buku ini terdapat VII BAB yaitu :rnBAB I PENDAHULUANrnBAB II KONTEKS SOSIAL HISTORIS TANAH PAPUArnBAB III ISLAMISASI AWAL DI TANAH PAPUArnBAB IV UMAT ISLAM PAPUA DI BAWAH KOLONIAL BELANDArnBAB V PERKEMBANGAN UMAT ISLAM DI PAPUA SETELAH BERINTEGRASI DENGAN REPUBLIK INDONESIArnBAB VI PERKEMBANGAN UMAT ISLAM DI TANAH PAPUA PASCA PRESIDEN SOEHARTOrnBAB VII PENUTUPrn
Tidak tersedia versi lain